-->

Ini Contoh berisi kumpulan contoh surat lengkap, surat lamaran, surat permohonan, surat resmi, cv lamaran, contoh proposal, proposal bisnis, proposal permohonan, RAB & Lampiran proposal, Proposal Sponsorship, Contoh project plan, contoh pidato, pidato berbagai bahasa, contoh MC, contoh makalah, makalah ekonomi, makalah bisnis, semua yang berkaitan dengan administrasi sekolah dan pendidikan.

Loading...

Keunggulan dan Kelemahan Balanced Scorecard

Loading...

Sebelum lebih jauh menguraikan keunggulan dan kelemahan balanced scorecard[1] , dalam penjelasan sebelumnya perihal pengertian balanced scorecard[2] dan keempat perspektifnya telah dipahami bahwa balanced Scorecard merupakan suatu kerangka kerja baru yang mengintegrasikan banyak sekali ukuran yang diturunkan dari seni administrasi perusah aan. Selain ukuran finansial masa lalu , Balanced Scorecard juga menggunakan pendorong kinerja masa depan. Pendorong kinerja yang meliputi perspektif pelanggan , proses urusan ekonomi internal , dan pembelajaran serta pertumbuhan , diturunkan dari proses penerjemahan seni administrasi perusahaan yang dilaksanakan secara eksplisit dan ketat ke dalam banyak sekali tujuan dan ukuran yang nyata.

Balanced Scorecard juga tetap mempertahankan banyak sekali ukuran finansial tradisional yang hanya menjelaskan banyak sekali peristiwa masa lalu dan tidak memadai untuk menuntun dan mengevaluasi perjalanan yang harus dilalui perusahaan era informasi dalam menciptakan nilai masa depan melalui investasi yang ditanamkan pada pelanggan , pemasok , pekerja , proses , teknologi , dan inovasi. Balanced Scorecard melengkapi seperangkat ukuran finansial kinerja masa lalu dengan ukuran pendorong (drivers) kinerja masa depan.

Hasil evaluasi pengukuran kinerja berdasarkan balanced scorecard yang mencakup keempat perspektifnya baik keuangan maupun non-keuangan ternyata bisa menjadikan rencana strategis yang bisa dirumuskan , ditetapkan dan dicapai di masa yang akan datang dalam perjuangan memperbaiki atau meningkatkan kinerja perusahaan. Keunggulan balanced scorecard ini tertuang dalam empat karakteristik (Mulyadi , 2005:11-15) yaitu: komprehensif , koheren , seimbang dan terukur. Keempat karakteristik tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Komprehensif

Balanced scorecard memperluas perspektif yang dicakup dalam perencanaan strategik , yaitu dari yang sebelumnya hanya terbatas pada perspektif keuangan , meluas ketiga perspektif yang lain mirip pelanggan , proses , serta pembelajaran dan pertumbuhan. Perluasan perspektif rencana strategik ke perspektif non keuangan tersebut menghasilkan manfaat , yaitu menjanjikan kinerja keuangan yang berlipat ganda dan berkesinambungan serta memampukan organisasi untuk memasuki lingkungan urusan ekonomi yang kompleks. Strategi-strategi yang ditetapkan ke dalam tiap perspektif memperluas lingkup urusan ekonomi perusahaan dalam mencapai misi dan visi perusahaan. Kekomprehensifan atas sasaran strategis ini yaitu respon yang sempurna bagi perusahaan dalam menghadapi lingkungan urusan ekonomi yang kompleks.

2. Koheren

Balanced scorecard mewajibkan personel untuk membangun hubungan sebab-akibat (causal relationship ) di antara banyak sekali sasaran strategik yang dihasilkan dalam perencanaan strategik. Setiap sasaran strategik yang ditetapkan dalam perspektif non keuangan harus mempunyai hubungan kausal dengan sasaran keuangan , baik secara pribadi maupun tidak langsung. Kekoherenan antara seni administrasi dan sasarannya di banyak sekali perspektif akan bisa memperbaiki kinerja keuangan yang sangat diharapkan oleh perusahaan yang berada atau yang akan memasuki iklim urusan ekonomi yang turbulen.

3. Seimbang

Keseimbangan sasaran strategik yang dihasilkan oleh sistem perencanaan strategik penting untuk menghasilkan kinerja keuangan berkesinambungan.

4. Terukur

Keterukuran sasaran strategik yang dihasilkan oleh sistem perencanaan strategik menjanjikan ketercapaian banyak sekali sasaran strategik yang dihasilkan oleh sistem tersebut. Balanced scorecard mengukur sasaran-sasaran strategik yang sulit untuk diukur

Sedangkan (Rangkuti , 2012: 94) beberapa keunggulan utama sistem Balanced scorecard dalam mendukung proses administrasi seni administrasi antara lain:
  1. Memotivasi personel untuk berpikir dan bertindak strategis. Untuk meningkatkan kinerja keuangan perusahaan , personel perlu menempuh langkah-langkah strategis dalam hal pemodalan yang memerlukan langkah besar berjangka panjang. Selain itu sistem ini juga menuntut personel untuk mencari inisiatif-inisiatif strategis dalam mewujudkan sasaran-sasaran yang telah ditetapkan.
  2. Menghasilkan kegiatan kerja yang menyeluruh. Sistem Balanced scorecard merumuskan sasaran strategis melalui keempat perpektif. Ketiga perspektif non keuangan hendaknya dipicu dari aspek keuangan.
  3. Menghasilkan business plan yang terintegrasi. Sistem Balanced scorecard dapat menghasilkan dua macam integrasi , yaitu (1) Integrasi antara visi dan misi perusahaan dengan kegiatan , dan (2) Integrasi kegiatan dengan rencana meningkatkan profit bersih.
  4. Dengan keunggulan-keunggulan yang dimiliki Balanced Scorecard maka remaja ini semakin banyak perusahaan mulai menerapkan metode ini sebagai dasar pengukuran kinerja perusahaannya , otomatis kebutuhan atas para hebat yang menguasai metode ini pun turut meningkat.
Ada beberapa faktor yang memacu perlunya perusahaan untuk mengimplementasikan Balance Scorecard. Faktor-faktor tersebut yakni:
  1. Lingkungan urusan ekonomi yang dimasuki oleh organisasi sangat kompetitif dan turbulen. Lingkungan urusan ekonomi ini menuntut kemampuan organisasi untuk (a) Membangun keunggulan kompetitif (b) Membangun dan secara berkelanjutan mewujudkan masa depan organisasi (c) Menempuh langkah-langkah strategik dalam membangun masa depan organisasi (d) Mengerahkan dan memusatkan kapabilitas dan komitmen seluruh personel dalam membangun masa depan organisasi.
  2. Sistem administrasi yang digunakan oleh perusahaan tidak pas dengan tuntutan lingkungan urusan ekonomi yang dimasuki oleh perusahaan.
B. Kelemahan Balanced Scorecard

Balanced scorecard sebagai sistem pengukuran kinerja perusahaan mempunyai beberapa kelemahan menurut Anthony dan Govindarajan (2005:180) yaitu sebagai berikut :


1. Korelasi yang buruk antara ukuran perspektif non-finansial dan hasilnya.

Tidak ada jaminan bahwa keuntungan masa depan akan mengikuti pencapaian target dalam perspektif non-finansial. Mungkin ini yaitu dilema terbersar dalam Balanced scorecard karena terdapat asumsi bahwa keuntungan masa depan tidak mengikuti atau berkaitan dengan pencapaian tujuan non-finansial.

2. Terpaku pada hasil keuangan (fixation on financial result)

Manajer yaitu yang paling bertanggung jawab terhadap kinerja keuangan. Hal ini menyebabkan manajer lebih peduli terhadap aspek finansial dibandingkan aspek lainnya.

3. Tidak ada mekanisme perbaikan (no mechnism for improvement)

Banyak perusahaan dalam memperbesar tujuan mereka tidak memiliki alat untuk meningkatkannya. Ini yaitu salah satu kelemahan Balanced scorecard. Tanpa metode untuk peningkatan , peningkatan tidak disukai untuk terjadi meskipun sebaik apapun tujuan baru tersebut.

4. Ukuran-ukuran tidak diperbaharui (measures are not up to date)

Banyak perusahaan tidak memiliki mekanisme formal untuk meng-update ukuran untuk mencocokkan dengan perubahan strategi. Hasilnya perubahan masih menggunakan ukuran yang berbasis strategis lama.

5. Terlalu banyak pengukuran (measurement overload)

Tidak ada jawaban untuk pertanyaan seberapa kritis ukuran yang seseorang manajer dapat ukur pada ketika bersamaan tanpa kehilangan fokus. Jika terlalu sedikit manajer akan mengabaikan ukuran yang sangat penting dalam mencapai sukses. Bila terlalu banyak , akan menjadikan resiko manajer bisa kehilangan fokus dan mencoba untuk melaksanakan terlalu banyak hal dalam waktu bersamaan.

6. Kesulitan dalam menetapkan trade-off (difficult in estabilishing trade off)

Beberapa perusahaan mengkombinasikan ukuran non-finansial dengan finansial dalam satu laporan dan memperlihatkan bobot pada masing-masing ukuran . Tapi Balanced scorecard tidak menampilkan bobot yang terperinci pada masing-masing ukuran. Tidak adanya bobot tersebut , menjadi sangat sulit untuk menggabungkan aspek finansial dan non-finansial.

Balanced scorecard merupakan sistem pengukuran kinerja yang cocok digunakan dalam administrasi kontemporer yang memanfaatkan secara teknologi informasi dalam bisnis. Teknologi informasi tidak menentukan apa yang harus dikerjakan pekerja tetapi teknologi ini menyediakan kebebasan dan akomodasi bagi pemakainya untuk mewujudkan kreativitas mereka. Dalam zaman teknologi informasi ukuran kinerja harus tidak lagi ditujukan untuk mengendalikan tindakan personel , tetapi diarahkan untuk pemotivasian personel.

Disamping itu , sifat Balanced scorecard yang memperluas perspektif yang dicakup (komprehensif) mewajibkan personel untuk membangun hubungan alasannya yaitu akhir (koheren) menyeimbangkan sasaran seni administrasi yang dihasilkan oleh sistem perencanaan seni administrasi (seimbang) dan memudahkan pencapaian sasaran seni administrasi karena sifatnya yang dapat diukur (terukur) menjadikan Balanced scorecard suatu alat ukur kinerja yang sangat membantu pihak perusahaan dalam memantau seluruh komponennya.

Demikian uraian terkait dengan keunggulan dan kelemahan balanced scorecard[4] , singkatnya Balanced scorecard yaitu satu konsep pengukuran kinerja yang sebenarnya memperlihatkan kerangka komprehensif untuk menjabarkan visi ke dalamsasaran-sasaran strategik. Sasaran strategik yang komprehensif dapat dirumuskan karena Balanced scorecard menggunakan empat perspektif yang satu sama lainnya saling berafiliasi dan tidak dapat dipisahkan. Namun disisi lain , selain keunggulan tersebut , tentu juga terdapat beberapa kelemahan balanced sorecard.

.
.